![]() |
| Sumber: Quipper.com |
Sel diperkenalkan pertama kali oleh Robert Hooke. Sejarah mencatat, alat bantu untuk melihat sel pertama kali ditemukan oleh Hans dan Zacharias Jenssen. Mereka berdua membuat alat yang terdiri dari tabung yang diberi lensa dan hasilnya bisa membuat benda tampak lebih besar. Dari situ kemudian, Anthony Van Leeuwenhoek terinspirasi untuk membuat alat ini dengan menggunakan lensa yang lebih bagus. Hasilnya, benda tampak lebih besar dan jelas dengan menggunakan alat penemuannya ini. Anthony pun dikenal sebagai bapak mikroskop.
Penemuan bersejarah ini kemudian memicu penelitian berkembang pesat. Contohnya, Robert Hooke yang akhirnya menggunakan mikroskop untuk mengamati sayatan gabus dan ditemukanlah ada suatu ruangan kosong yang kecil yang diberi nama sel. Robert Hooke belum mengetahui kalau ternyata jaringan yang dia amati itu merupakan sel-sel yang mati makanya kosong.
Perkembangan Penemuan Sel Setelah Robert Hooke
1). Beberapa tahun kemudian, Johanes Purkinje menemukan bahwa ternyata ada cairan di dalam sel yang diberi nama Protoplasma.
2). Schleiden dan Theodore Schwan juga menemukan struktutr yang sama (sel) pada jaringan hewan dan tumbuhan. Maka dari itu, dia berkesimpulan bahwa sel adalah kesatuan struktural makhluk hidup.
3). Sementara itu, Max Schultze menyatakan bahwa sel juga merupakan satuan fung sional.
4). Ilmuwan lain, Robert Brown menemukan suatu benda kecil yang berada dalam protoplasma yang kelak dinamakan inti sel.
Pada dasarnya, perkembangan ilmu melengkapi informasi mengenai sel sampai akhirnya penelitian-penelitian sekarang juga masih menggunakan objek sel. Ini menunjukkan bahwa sel menyimpan misteri yang tiada henti membuat manusia semakin penasaran.
Demikianlah informasi terkait sejarah penemuan sel, semoga bermanfaat..
