Kamis, 27 Februari 2025

Iritabilitas pada Tumbuhan/Kelas XI/Kurikulum Merdeka

 


Apa itu iritabilitas?

Iritabilitas adalah kemampuan tumbuhan dalam menanggapi rangsangan. 

Nah, bentuk reaksi tumbuhan terhadap rangsangan itu bisa ditunjukkan dengan cara berbeda-beda, antara lain: gerak menghindar, gerak mendekat, bertambah panjang & respon lainnya.

Bentuk rangsangannya pun berbeda-beda, sepereti cahaya, suhu, air, sentuhan, bahan kimia, maupun gaya gravitasi.

a. Cahaya

Iritabilitas tumbuhan terhadap cahaya bisa dilihat ketika tumbuhan tersebut diletakkan di bawah jendela dengan pertumbuhan tumbuhan menuju ke arah luar jendela.

b. Sentuhan

Tumbuhan yang peka terhadap sentuhan dapat diamati pada tanaman putri malu yang menutup daunnya ketika disentuh.

c. Suhu

Tumbuhan yang peka terhadap suhu dapat diamati pada tanaman petai china yang menunduk daunnya pada sore dan malam hari.

d. Bahan Kimia

Iritabilitas tumbuhan terhadap bahan kimia contohnya pada pertumbuhan akar yang menjauhi bagian tanah yang terdapat zat toksin.

e. Gravitasi Bumi

Iritabilitas tumbuhan terhadap gaya gravitasi dapat diamati pada pertumbuhan akar tumbuhan yang menuju ke bawah (ke pusat bumi).

Nah, itu tadi bentuk rangsangan eksternal beserta bentuk reaksi tumbuhan dalam menanggapi rangsangan yang datang. 

Selain rangsangan eksternal, ada juga rangsangan internal, contohnya nutrisi. Misalnya, ketika tumbuhan kekurangan nutrisi berupa nitrogen, maka daunnya akan berwarna hijau pucat atau kuning, pertumbuhan terganggu dan pembentukkan buah buruk. Itulah beberapa respon yang ditampilkan tumbuhan saat kekurangan nitrogen.

Rabu, 19 Februari 2025

Masih Bingung Terkait Perbedaan Sitem Saraf Pusat dengan Sistem Saraf Tepi? Ini Analogi Sederhananya

 




Sistem saraf pusat itu sebagai pusat pengolahan informai. Jadi, informasi dari seluruh tubuh akan diolah di sistem saraf pusat. 

Sedangkan sistem saraf tepi itu berfungsi untuk meneruskan informasi menuju sistem saraf pusat atau dari sistem saraf pusat ke efektor

Untuk lebih mudah memahami, mari kita analogikan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi itu kayak sistem komunikasi di dalam sebuah peruahaan.

Sistem saraf pusat itu sebagai CEO yang ada di kantor pusat yang berfungsi untuk mengambil keputusan, mengolah informai dan mengirim perintah.

Sistem saraf tepi itu sebagai kurir yang mengantar pesan dari kantor pusat ke kantor cabang dan juga mengirim laporan kembali lagi ke kantor pusat. 

Lalu, kantor cabang itu kalo di sistem saraf sebagai apa? Jadi, kantor cabang itu sebagai tempat-tempat yang membutuhkan aliran impuls, contohnya efektor.

Minggu, 02 Februari 2025

Pengukuran Tekanan Darah & Pemeriksaan Frekuensi Denyut Nadi

 

PENGUKURAN TEKANAN DARAH


 


Alat pengukur tekanan darah yang biasa digunakan adalah tensimeter dan stetoskop. Jadi, kalo kita ngukur tekanan darah kan biasanya muncul angka, misalnya 120/80 mmHg. Nah, jadi.. angka tersebut menunjukkan tekanan sistole dan diastole..

Sistole: Kondisi saat jantung berkontraksi dan memompa darah ke luar jantung

Diastole: Kondisi saat jantung berelaksasi dan darah kembali ke jantung

Jadi, angka 120/80 ini menggambarkan seberapa tinggi atau rendah tekanan darah pada saat jantung berkontraksi (sistolik) dan saat beristirahat (diastolik) dalam satu siklus detak jantung

Jadi apa sih maksud dari tekanan darah?

Saat jantung berdetak dan memompa darah ke dalam arteri, darah itu bergerak dengan kekuatan tertentu. Nah, kekuatan yang diberikan oleh darah pada dinding arteri saat dipompa oleh jantung inilah yang disebut sebagai tekanan darah. Jadi seberapa kuat darah bergerak melalui dinding arteri itulah yang disebut sebagai tekanan darah.

PEMERIKSAAN FREKUENSI DENYUT NADI

Merupakan proses untuk mengukur jumlah detakan jantung yang dapat dirasakan melalui pembuluh darah dalam satu menit. Frekuensi denyut nadi menggambarkan kecepatan detak jantung, yang menunjukkan seberapa cepat jantung memompa darah ke seluruh tubuh.

PERBEDAAN FREKUENSI DENYUT NADI DENGAN TEKANAN DARAH

Frekuensi denyut nadi mengukur jumlah detak jantung dalam satu menit, sedangkan tekanan darah mengukur kekuatan darah yang mendorong dinding arteri selama detak jantung (baik saat berkontraksi maupun beristirahat).

 

Gangguan Sistem Imun

1). Alergi



Adalah respon imun yang berlebihan terhadap suatu senyawa yang masuk ke tubuh

Jadi, orang yang mengalami alergi itu karena Imunoglobin E yang diproduksi sistem kekebalan tubuh itu terlalu banyak. Akibatnya, Ig E akan berikatan dengan sel mast yang merupakan sel imun yang banyak ditemukan di kulit, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan.

Saat paparan pertama belum terjadi reaksi apa-apa. Tapi saat paparan kedua dengan alergen yang sama, maka alergen tersebut akan berikatan dengan IgE yang sudah menempel di sel mast. Paparan pertama belum menimbulkan reaksi karena Ig E yang terbentuk dan berikatan dengan sel mast belum berikatan dengan alergen.

Ikatan ini memicu pelepasan histamin dan zat kimia lainnya, seperti leukotrien dan prostaglandin. Histamin inilah yang menyebabkan berbagai gejala alergi, seperti: Pembengkakan dan kemerahan (karena pelebaran pembuluh darah), gatal-gatal dan ruam pada kulit, hidung meler dan bersin (karena iritasi di saluran napas), sesak napas pada alergi yang lebih parah (karena penyempitan saluran napas).

Jadi, yang dimaksud dengan reaksi berlebihan adalah karena tubuh menghasilkan IgE dalam jumlah yang lebih banyak dari yang diperlukan, serta respons yang dihasilkan (pelepasan histamin) terlalu kuat dibandingkan dengan ancaman sebenarnya. Inilah yang menyebabkan gejala alergi yang tidak dialami oleh orang yang tidak alergi.

2). AIDS

AIDS disebabkan oleh virus HIV. Jadi, si HIV ini menurunkan sistem kekebalan tubuh dengan cara menginfeksi sel T penolong sehingga menyebabkan sistem pertahanan tubuh tidak dapat mengenali antigen yang masuk. Otomatis, kalo sistem pertahanan tubuh sudah tidak bisa mengenali antigen yang masuk maka tubuh akan mudah terserang penyakit bahkan menyebaabkan kematian.

3). Penyakit Autoimun


Penyakit autoimun ini terjadi ketika sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh malah menyerang sel dan jaringan tubuh yang sehat karena menganggapnya sebagai ancaman. Kenapa sistem imun bisa menyerang sel dan jaringan yang sehat? Karena sel T efektor tidak bekerja dengan baik

 

 

 

Angin Berasal dari Mana? dan Bagaimana Ia Bisa Menggerakkan Sesuatu?

Pernahkah kamu berdiri di luar rumah lalu merasakan hembusan angin yang lembut menyentuh kulitmu? Meski tak terlihat, angin bisa membuat dau...